Select Page

Pabrik Toyota Akhirnya Hengkang dari Rusia, Mazda Segera Menyusul

Konflik Rusia-Ukraina berdampak kepada krisis industri otomotif. Kali ini giliran pabrikan mobil asal Jepang, Toyota dan Mazda yang dikabarkan hengkang dari Rusia.
Dilansir dari Berita Terpercaya, Toyota Motor Corporation memutuskan untuk menghentikan produksi kendaraan di Rusia karena gangguan pasokan bahan dan suku cadang utama.

Sejatinya, sejak Maret ini Toyota sudah menangguhkan produksi kendaraan mereka di Saint Petersburg dan juga sudah berhenti mengimpor ke Rusia.

“Selama periode ini kami telah sepenuhnya mempertahankan tenaga kerja kami dan memastikan fasilitas kami siap untuk memulai kembali produksi jika keadaan memungkinkan,” tulis Toyota dilansir dari Berita Terpercaya pada Jumat (23/9/22).

“Namun, setelah enam bulan, kami belum dapat melanjutkan aktivitas normal dan tidak melihat indikasi bahwa kami dapat memulai kembali di masa mendatang,” lanjut mereka.

Pabrik Toyota di Rusia diklaim bisa memproduksi sebanyak 100 ribu unit per tahun dan fokus untuk mengerjakan model Camry dan RAV4.

Menyusul merek satu negaranya, Mazda, juga dikabarkan tengah berdiskusi untuk hengkang secara produksi dari Rusia.

Pabrik Mazda yang terletak di Vladivostok, Rusia, ini juga kesulitan untuk mendapatkan stok suku cadang.

Mazda termasuk merek mobil yang laris di Rusia. Tercatat 30 ribu mobil Mazda terjual di Rusia sepanjang 2021.

Kendati berencana untuk berhenti produksi mobil di Rusia, Mazda tidak berencana untuk berhenti menjual produk dan menyediakan aftersales di negara tersebut.

Perlu diketahui, sebelumnya banyak pabrik di Rusia yang telah menangguhkan produksi dan cuti pekerja karena kekurangan peralatan berteknologi tinggi akibat sanksi dan perpindahan pabrik Barat sejak Moskow mengirim angkatan bersenjata ke Ukraina pada 24 Februari.

Mazda Bakal Hentikan Produksi Mobil di Rusia, Ikuti Jejak Toyota

Mazda berencana untuk sepenuhnya menghentikan produksi mobil di Rusia setelah kekurangan pasokan bahan baku. Langkah ini sebelumnya telah diambil oleh Toyota Motor Corp. yang juga kesulitan mendapatkan komponen.

Dikutip dari Berita Terpercaya, Jumat (25/9/2022), Mazda akan menghentikan operasinya yang berada di Vladivostok, Rusia pada musim semi karena gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh agresi Rusia di Ukraina.

Keputusan untuk mundur sepenuhnya dibuat karena para petinggi tidak melihat adanya prospek untuk dapat melanjutkan operasi pabrik di Rusia.

Mazda menganggap Eropa sebagai salah satu pasar utama mereka. Ketika kecaman terhadap Rusia terus meningkat akibat invasi yang dilakukan ke Ukraina, mereka mempertimbangkan citra perusahaan yang masih memiliki pabrik di sana.

Pabrikan asa Jepang itu telah menjual 30.000 mobil di Rusia tahun lalu. Tapi, jumlah tersebut sangat sulit dilampaui tahun ini karena bahan baku sudah tidak lagi dikirimkan dan akan berhenti ketika stok habis.

Mazda berencana mengadakan diskusi praktis dengan perusahaan Rusia, Sollers, yang bekerja sama dalam usaha patungan terkait pengunduran diri. Namun, Mazda tak berencana untuk menghentikan penjualannya di Rusia.

Pasalnya, Mazda sendiri telah memproduksi kendaraan sport CX-5 dan model lainnya di Vladivostok di Rusia timur sejak 2012 lalu untuk pasar lokal. Model-model yang diluncurkan di Rusia juga terbukti sangat diminati.

Supportscreen tag