Select Page

Sebuah studi yang melibatkan 40 partisipan mengungkap bahwa orang dari suatu ras lebih benar tiap kali mengidentifikasi tersangka dari ras mereka sendiri. 
Maksudnya, bila ada saksi kejahatan dan dia diminta mengindentifikasi tersangka lalu dia disodorkan beberapa tersangka yang berlainan ras, dia akan memilih tersangka dari rasnya sendiri. Ndilalah, tersangka dari rasnya sendiri itulah yang memang pelaku kejahatan.

Namun hal berbeda datang dari psikolog forensik Dr. Van Golde yang bekerja sama dengan para mahasiswa dalam Sydney Exoneration Project, seperti yang dimuat ABC Australia. Menurut Van Golde other-race effect justru berpotensi menciptakan masalah hukum.

Kalau kita punya masalah atau dapat tindak kriminal dari ras lain, kita bisa salah mengidentifikasi pelaku hanya karena orang yang kita tuduh itu berasal dari ras yang sama seperti si pelaku asli. 
Kalau begitu orang Korea mukanya kelihatan sama sebabnya karena kita mengalami other-race effect, bukan karena kita rasis atau menganggap mereka sama-sama operasi plastik? 

Wajah yang Sama dari Standar Kecantikan Korea
Penyanyi kondang yang juga ahli bedah plastik dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE atau lebih dikenal dengan nama Tompi, dalam wawancara dengan suara.com, mengatakan kalau wajah orang Korea terlihat sama karena berhubungan dengan dokter anak template bedah plastik di negeri ginseng tersebut.

Dikatakan Tompi kalau dokter di Korea sudah punya topografi wajah. Mereka sudah punya ukuran cantik berdasarkan jarak ukur antarmata, lebar bola mata,  jarak mata ke hidung, jarak hidung ke bibir, dan lainnya yang sudah pakem. Jadi mereka tinggal mengerjakan sesuai pakem itu, makanya hasil dari bedah plastik itu tampak sama.
Apa yang dikatakan Tompi tampak ada benarnya. Pada laporan lawas yang dimuat Business Insider tahun 2018 menyebut Korea Selatan sebagai ibu kota operasi plastik dunia dengan tingkat operasi kosmetik hampir 1 juta prosedur setahun. Orang dari segala penjuru dunia datang Korea untuk melakukan bedah plastik.
Yang dilaporkan Business Insider lima tahun lalu tidak jauh berbeda dengan apa yang dimuat pada World Population Review yang memasukkan